email
password
 
 

DEPAN

ARSIP

KEGIATAN

PROFIL

PUBLIKASI HASIL PENELITIAN





LINK

Total Pengunjung Sejak
1 Desember 2008

Locations of visitors to this page

Pencarian Artikel:

 

 

Sosialisasi Nilai-Nilai Perjuangan Kepahlawanan

Sejarah adalah cermin dari suatu bangsa terhadap pengalaman-pengalaman yang dihadapinya. Pengalaman itu sendiri merupakan soko guru atau penuntun yang terbaik. Sebab dari pengalaman sejarah suatu bangsa dapat mengambil hikmah atau pelajaran mengenai segala hal, baik pengalaman manis, maupun pengalaman pahit. Bila itu pengalaman pahit, perlu diupayakan agar tidak terulang lagi, tetapi harus diusahakan agar tidak menghambat kemajuan bangsa di masa mendatang.
Munculnya berbagai krisis di Indonesia, bahkan sampai pada titik disintegrasi, hal ini membuktikan bahwa kita telah lupa kepada apa yang dilakukan oleh para pejuang dahulu demi mencaapai kemerdekaan. Kita telah lupa pada nilai-nilai perjuangan, semangat tanpa pamerih yang telah dikorbankan oleh para pejuang kita. Tetesan darah, harta bahkan nyawa yang mereka korbankan demi negara dan bangsanya ternyata sudah dilupakan oleh para generasi penerus bangsanya.
Dengan adanya berbagai krisis tersebut diatas maka perlu adanya gerakan menyebar luaskan, memperkenalkan dan memahami sampai mampu menumbuhkan kesadaran sejarah melalui kegiatan sosialisasi nilai-nilai perjuangan kepahlawanan. Penanaman kesadaran sejarah ini tiap individu adalah proses yang terus-menerus, melintasi batas generasi. Demikian pula menangkap makna melalui kemampuan interpretasi terhadap puputan yang telah mengisi masa lampau lembaran sejarah Bali – Indonesia menjadi hak setiap generasi termasuk generasi sekarang. Generasi yang menghadapi tingkat kehidupan yang semakin kompleks, keragaman kepentingan antar kelompok, antar pusat – daerah nyaris kearah disintegrasi semangat kebangsaan dan solidaritas bangsa memerlukan ketahanan mental dan fisik yang dilandasi etos semangat puputan dengan interpretasi yang senantiasa diperbaharui dan disesuaikan dengan perkembangan jaman.
Guna mengingatkan kembali akan arti pentingnya sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pada tanggal 19 Nopember 2009 dengan mengambil tempat di Aula Monumen Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bali-NTB-NTT menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Nilai-Nilai perjuangan Kepahlawanan. Adapun Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Melalui Semangat Jiwa Kepahlawanan Kita Tingkatkan Jati Diri Bangsa”.
Kegiatan ini diikuti oleh SMU-SMK, guru sejarah, tokoh/pelaku sejarah, mahasiswa, sejarawan, budayawan, Pemuda Panca Marga, intansi terkait dan tokoh masyarakat. Adapun pembicara dalam kegiatan sosialisasi ini adalah ;
1. Dr. A. A. Bagus. Wirawan, S.U., adalah Dosen Sejarah Fakultas Sastra Universitas Udayana membawakan makalah berjudul “Peranan Tokoh Lokal Dalam Rangka Membangun Keindonesiaan”.
2. Drs. Nengah Sudariya, M.Si., adalah Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Undiksha Singaraja membawakan makalah berjudul “Semangat Jiwa Kepahlawanan Dan Jati Diri Bangsa Dalam Perspektif Pendidikan”.
3. Dewa Made Sudira, adalah pelaku sejarah/veteran yang menjabat Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia Kabupaten Tabanan dengan makalah berjudul “Melalui Semangat Jiwa Kepahlawanan Kita Tingkatkan Jati Diri Bangsa”.
4. Dra. Cok. Istri Suryawati, adalah Staf Peneliti Bidang Sejarah di Balai Pelestarian Sejarah Dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT membawakan makalah berjudul “ Memaknai Nilai Sejarah Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa”.
5. Drs. I Wayan Rupa, M.Si, adalah Staf Peneliti Bidang Budaya di Balai Pelestarian Sejarah Dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT membawakan makalah berjudul “ Kesadaran Sejarah Sebagai Modal Pemahaman Wawasan Kebangsaan”.
Adapun rumusan serta rekomnedasi yang dihasilkan dari kegiatan sosialisasi ini adalah sebagai berikut ;
 Rumusan
1. Perjuangan yang gigih dari rakyat Bali pada umumnya mencerminkan jiwa dan semangat patriotisme, nasionalisme yang tinggi, berjuang pantang menyerah sampai titik darah penghabisan.
2. Kata Puputan mengandung makna serta mencerminkan sifat kesatria, setia, harga diri serta kebenaran dalam bahasa Balinya Nindihin Kepatutan, dengan slogannya lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai.
3. Puputan Margarana sebagai suatu peristiwa bersejarah penuh mengandung nilai-nilai kepahlawanan, nilai-nilai luhur yang menjadi tauladan, panutan bagi generasi penerus bangsa, demi persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang kuat, kokoh berdasarkan Pancasila.
4. Nilai-nilai tertentu yang mendorong tindakan para pelaku sejarah dalam berpuputan sehingga mereka rela mengorbankan jiwa raganya untuk melawan Belanda yang ingin menjajah. Nilai-nilai dimaksud berkaitan dengan: nilai politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama. Kesemua nilai itu terintegrasi sehingga melahirkan suatu tindakan rela berkorban (korban harta dan nyawa).
5. Dari persepektif pendidikan sejarah, bahwa Puputan mengandung makna bukan kematian yang konyol, melainkan sarat dengan nilai-nilai luhur yang diyakini validitasnya secara kolektif, sehingga elit politik maupun panjak tidak gentar melakukan Puputan.
6. Pendidikan sejarah haruslah bertumpu pada pendidikan nilai. Nilai-nilai tersebut hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.


 Rekomendasi
1. Penghayatan serta pemahaman nilai-nilai perjuangan dalam rangka puputan, perlu disosialisasikan kepada generasi penerus bangsa sehingga Sosialisasi Nilai-Nilai Perjuangan Kepahlawanan seperti yang diselenggarakan sekarang ini perlu diadaakan secara berkesinambungan.
2. Sejarah Indonesia seperti yang diajarkan di sekolah adalah identik dengan sejarah Jawa. Untuk memberikan pemahaman makna dari Puputan itu kepada anak didik maupun masyarakat luas, maka kepada instansi terkait khususnya yang mempunyai kewenangan untuk itu, perlu adanya upaya pengadaan buku-buku sejarah lokal/Bali, disamping itu porsi pengajaran sejarah Bali perlu ditingkatkan demi keajegan Bali itu sendiri.
3. Porsi pengajaran sejarah perlu ditambah sehingga para siswa bisa diajak mengunjungi secara langsung ke tempat-tempat bersejarah dan tidak hanya belajar di kelas saja. Dengan demikian mereka akan mengetahui lebih dekat kepada suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi (tidak hanya tahu dalam bentuk hapalan lewat bacaan dibuku).


top

 

 


BALAI PELESTARIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL BALI, NTB DAN NTT
Jln. Raya Dalung Abianbase NO. 107 Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Telp. (0361) 439547, Fax. ( 0361) 439546 - Kode Pos 80361